Cara mendidik Anak agar berprestasi

Pengaruh Guru dan Orang tua dalam mencetak Anak/siswa yang berprestasi

Menghasilkan siswa berprestasi tentu saja merupakan kebanggaan tersendiri bagi para pengajar (guru). Memiliki anak yang berprestasi juga merupakan kebanggaan bagi para orangtua. Dan bagi siswa, berprestasi adalah hal yang membanggakan bagi diri sendiri dan membuka pintu untuk masa depan yang lebih baik.
Berbicara tentang prestasi siswa, tentunya adalah prestasi dalam bidang pendidikan.

Bagaimana Cara mendidik Anak agar berprestasi? , Tidak hanya peranan guru saja, peranan orangtua dirumah juga tak kalah pentingnya.

"Jadi, besarkah pengaruh guru dan orangtua dalam mendidik seseorang menjadi pribadi yang berkualitas dan menghasilkan prestasi ?,, "

Cara mendidik Anak agar berprestasiSelain guru dan orang tua, tentu saja yang berpengaruh adalah anak itu sendiri. Yang pasti seorang anak atau siswa selalu membutuhkan orang-orang di sekitar, seperti guru atau orangtua untuk dapat memotivasi dirinya sehingga mau belajar lebih sungguh dan menjadi siswa yang berprestasi. Dulu sewaktu sekolah, ibu saya selalu memperhatikan masalah pendidikan saya. Jika nilai-nilai saya mulai turun, maka ibu saya akan memarahi saya. Guru saya pun seperti itu, misalkan beliau menyuruh saya menghafal perkalian, kalau tidak hafal maka siswa tidak boleh pulang dulu.
Dengan ibu saya yang seperti itu dan dengan cara mengajar guru saya yang tegas, menjadikan saya siswa yang yahh lumayan berprestasi. Paling tidak selama saya sekolah dari SD sampai dengan SMK, saya pernah meraih rangking 1 beberapa kali. Dan tentu saja saya lulus sekolah dengan nilai yang cukup membanggakan. Dari hal itulah saya dapat menarik kesimpulan betapa pentingnya peranan orangtua dan guru untuk dapat membuat seorang anak menjadi siswa yang berprestasi.
Jadi saya dapat menyimpulkan dengan sebuah rumus sederhana berikut ini.

Siswa berprestasi = Sistem Mengajar Guru + Motivasi Orangtua


•Peranan Guru

Guru sudah pasti memiliki peranan penting dalam mendidik anak-anak di sekolah. Karena guru adalah sanga penyampai ilmu pengetahuan. Di sini guru tentu saja harus dapat menyampaikan dengan baik materi pelajaran kepada para siswa. Komunikasi yang baik harus benar-benar terjalin. Seorang guru juga harus mampu menarik minat belajar siswanya. Mungkin dunia pendidikan dan para pendidik harus mulai meninggalkan metode belajar konvensional, seperti : mencatat ulang tulisan guru, guru hanya menerangkan pelajaran dan lain-lain.

Dunia pendidikan harus mulai membuka diri terhadap perkembangan teknologi. Media mengajar yang terasa konvensional atau mulai ketinggalan jaman ada baiknya diganti. Misalnya untuk lebih efektif dalam mengajar, Jangan sampai terlalu banyak main, tapi jangan juga terlalu banyak belajar.


Mungkin sekolah-sekolah harus beralih menggunakan panaboard atau papan tulis elektrik sebagai pengganti papan tulis konvensional. Untuk info lebih lanjut mengenai kegunaan panaboard, dapat membaca artikel mengenai Panaboard untuk Alat Belajar di Kelas. Dengan mengikuti perkembagan teknologi diharapkan dapat menarik minat para siswa untuk mendengarkan penjelasan dari guru. Karena dengan metode belajar konvensional yang terjadi selama ini, seringkali siswa tidak dapat berkonsentrasi mendengarkan penjelasan guru atau bahkan ada siswa yang malah tidak mendengarkan sama sekali.

•Peranan Orangtua

Selain guru di sekolah, tentu saja orangtua juga harus turut campur tangan dalam proses pendidikan anak-anaknya. Perhatikan selalu perkembangan belajar anak-anak. Luangkan waktu untuk berdiskusi dengan anak-anak tentang adakah kendala atau kesulitan selama belajar di sekolah. Tanyakan kepada anak, apakah ada pelajaran yang masih belum dimengerti. Jika memungkinkan, orangtua dapat menjelaskan kembali pelajaran yang masih belum dimengeri oleh sang anak. Karena tentu saja lama belajar di sekolah tidak memungkinkan untuk para pendidik mengajari siswa sampai seluruh siswanya mengerti. Jadi di sinilah orangtua memegang peranan penting. Jangan lupa juga untuk memotivasi anak. Jika anak mendapatkan nilai yang bagus atau raport yang bagus, tidak ada salahnya memberikan anak reward. Dan jika nilai anak Anda menurun harus ditanyakan kepada anak apa kendala yang menyebabkan nilai-nilainya menjadi turun. Perhatikan juga jam main dan jam belajar anak.Created by : Marini http://www.indocommco.com/

0 comments:

Poskan Komentar